Hi, what are you looking for?

Investasi Surabaya Tembus Rp31,3 Triliun hingga Triwulan III, Dekati Target Tahunan

photo

Foto : Ist

SURABAYA, 26 NOVEMBER 2025 – Pemerintah Kota Surabaya kembali mencatat kinerja investasi yang solid. Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi mencapai Rp31,3 triliun atau mendekati target tahunan sebesar Rp42,69 triliun.

Capaian ini menunjukkan Kota Pahlawan masih menjadi destinasi unggulan bagi investor.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Surabaya, Lasidi, menjelaskan kenaikan investasi tidak lepas dari kemudahan perizinan, fasilitas publik yang terus berkembang, serta iklim usaha yang kondusif.

“Alhamdulillah hingga triwulan III kita sudah mencapai Rp31,3 triliun. Tinggal sekitar Rp11 triliun lagi untuk menutup target,” ujar Lasidi, Selasa (25/11/2025).

Pada periode Juli–September 2025, investasi yang masuk sebesar Rp9,185 triliun. Dari jumlah itu, PMDN mendominasi dengan Rp8,4 triliun, sementara PMA tercatat Rp784 miliar.

Tiga sektor penyumbang terbesar investasi adalah industri pengolahan Rp1,904 triliun, perdagangan besar dan eceran Rp961 miliar, serta real estate Rp826 miliar.

Lasidi menambahkan bahwa Surabaya konsisten memenuhi target investasi selama lima tahun terakhir. Pada 2024, realisasi investasi mencapai Rp40,47 triliun atau 101,35 persen dari target Rp39,94 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari PMDN non-UMK sebesar Rp27,6 triliun, disusul PMDN UMK Rp9,1 triliun, dan PMA Rp3,6 triliun.

Ia menegaskan kolaborasi antara Pemkot, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting menjaga daya tarik investasi kota ini. Namun, setiap investasi tetap harus memberi manfaat bagi warga.

“Pak Wali Kota menginstruksikan bahwa investasi harus dibantu, tapi juga harus mensejahterakan masyarakat. Jangan sampai justru mengganggu warga,” tegas Lasidi.

Ia mencontohkan, investasi perhotelan wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal serta memanfaatkan pasokan dari pelaku usaha Surabaya, mulai sayur-mayur hingga kebutuhan perlengkapan seperti sandal hotel.

“Sekarang bahkan sudah ada Koperasi Merah Putih, jadi keterhubungan dengan UMKM semakin mudah,” katanya.

Untuk memudahkan calon investor dan pelaku usaha, Pemkot Surabaya menyediakan Klinik Investasi di Gedung Siola lantai 3. Fasilitas ini menjadi pusat pendampingan lengkap, mulai konsultasi perizinan hingga analisis peluang usaha.

“Di Klinik Investasi ada peta potensi usaha, kalkulasi anggaran, hingga estimasi waktu balik modal. Semua bisa dipelajari di sana,” tutup Lasidi.